Dalam per­jalanan menu­ju kesuk­sesan dan pemenuhan diri, sikap men­tal memainkan per­an kru­sial. Dua kon­sep uta­ma yang ser­ing dibicarakan dalam kon­teks ini adalah “growth mind­set” (pola pikir berkem­bang) dan “fixed mind­set” (pola pikir tetap). Mema­ha­mi perbe­daan antara ked­u­anya dap­at mem­berikan wawasan yang berhar­ga ten­tang bagaimana cara pan­dang sese­o­rang ter­hadap tan­ta­n­gan, kega­galan, dan kemam­puan untuk tum­buh.

Growth Mind­set dan Fixed Meru­pakan salah satu teori yang dike­mukakan oleh salah satu pakar psikolo­gi asal Ameri­ka Serikat yakni Car­ol Dweck Melalui Buku yang berjudul Mind­set: The New Psy­chol­o­gy of Suc­cess

A. Growth Mindset

Apa itu Growth Mind­set? Growth mind­set adalah sebuah cara berpikir sese­o­rang dimana dia selalu memi­li­ki kecen­derun­gan bah­wa keber­hasi­lan atau kesuk­sesan bisa dica­pai den­gan cara ker­ja keras, ker­ja cer­das, dan komit­men. Sehing­ga, sese­o­rang yang memi­li­ki kecen­derun­gan den­gan pola pikir growth mind­set tidak akan selalu mem­per­cayai kon­sep “Bakat dari lahir” kare­na seti­ap kemam­puan dap­at di pela­jari dan dikua­sai oleh sia­papun.

 

source:pexels.com

Con­toh kecil yang bisa kita ambil adalah sosok pebas­ket dunia asal ameri­ka serikat yakni Kobe Bryant. Melan­sir USA Today, Kobe mener­i­ma lima gelar NBA, 2 Medali emas Olimpiad, dan 18 Penampi­lan All-Star yang berhasil ia raih sela­ma 20 tahun men­ja­di pebas­ket pro­fes­sion­al. Semua yang ia raih ten­tu tidak mudah dan mem­bu­tuhkan men­tal­i­tas super yang selalu ia pegang. Kobe men­ju­lu­ki dirinya seba­gai “Black Mam­ba” dan men­ge­nalkan isti­lah Mam­ba Men­tal­i­ty

Mam­ba Men­tal­i­ty memi­li­ki arti yang men­dalam bagi kobe, sebuah men­tal­i­tas yang tidak ditu­jukan untuk mem­berikan dukun­gan ter­hadap sia­papun melainkan diri sendiri. Di dalam bukun­ya yang berjudu­lu “Kobe Bryant the Mam­ba Men­tal­i­ty” ia men­je­laskan bah­wa Mam­ba Men­tal­i­ty is all about focus­ing on the process and trust­ing in the hard work when it mat­ters most, it’s the ulti­mate mantra for the com­pet­i­tive spir­it. It start­ed just as a hastag that came to me one day, and it’s grown into some­thing ath­letes and even non-ath­letes embrace as a mind­set”

Singkat­nya, kita harus per­caya pada diri sendiri teruta­ma dalam hal berpros­es, per­caya bah­wa ker­ja keras yang sela­ma ini kita lakukan akan mem­buahkan hasil kare­na itu­lah hal yang ter­pent­ing sekarang, fokus pada diri sendiri dan mimpi yang ingin kamu capai.

 

B. Fixed Mindset

Berbe­da den­gan Growth Mind­set, Fixed Mind­set meru­pakan sebuah pola pikir dimana sese­o­rang mem­per­cayai bah­wa orang pin­tar­lah yang akan selalu meraih keber­hasi­lan. Ciri yang ser­ing kita jumpai adalah ada sese­o­rang yang men­gatakan “Kalau orang lain bisa kena­pa harus saya, kalau orang lain tidak bisa apala­gi saya”.  Kali­mat itu mungkin meru­pakan sebuah joke akan tetapi, tidak sedik­it orang-orang yang memi­li­ki mind­set seper­ti ini. Jika kamu juga memi­li­ki pemiki­ran yang sama coba mulai ubah secara per­la­han menu­ju growth mind­set.

 

Salah satu con­toh dari dampak fixed mind­set ini dirasakan oleh sebuah perusa­haan (yang per­nah) jaya dimasanya, Yes, Nokia. Sia­pa yang tidak tahu den­gan perusa­haan pon­sel ini, sebuah perusa­haan yang men­ge­nalkan HP tahan bant­i­ng bahkan keti­ka jatuh ke lan­tai yang han­cur ubin­nya.

source: pexels.com

Meskipun terke­nal den­gan dura­bil­i­tas yang ting­gi, keny­ataanya sekarang kita jarang bahkan tidak tahu kem­ana Nokia ini bera­da yang kemu­di­an Nokia diny­atakan bangkrut, kena­pa? Salah satu alasan Nokia bangkrut adalah peno­lakan ter­hadap ino­vasi baru yang dibawakan oleh Apple dan Google yakni sis­tem iOs dan Android. Nokia per­caya bah­wa akan selalu jaya tan­pa harus men­gadop­si sis­tem terse­but.

Salah satu quotes ter­akhir dari CEO Nokia adalah “We didn’t do any­thing wrong but some­how we lost” yang memi­li­ki arti bah­wa “kami tidak melakukan kesala­han akan tetapi entah bagaimana kita kalah”. Dari quotes terse­but dap­at di sim­pulkan bahkan keti­ka kamu tidak melakukan kesala­han kamu bisa kalah, kesala­han disi­ni meru­juk pada ino­vasi-ino­vasi baru yang notabenya kesala­han men­ja­di hal yang biasa.

Kes­im­pu­lan­nya adalah, Growth Mind­set dan Fixed Mind­set meru­pakan sebuah pil­i­han, Apakah kamu akan men­ja­di sese­o­rang den­gan “Black Mam­ba Men­tal­i­ty” atau “Tidak Melakukan kesala­han dan Kalah”. Seman­gat!

 

BACA JUGA : Men­ge­nal lebih dalam Gen­erasi Z

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *